BONDOWOSO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso mencatat hingga awal Mei 2026 masih ada 18 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala Dinkes Bondowoso, M. Jasin, mengatakan dari total 75 SPPG yang telah beroperasi di Bondowoso, 57 unit dapur lainnya sudah dinyatakan lolos dan mengantongi SLHS.
“SPPG lainnya masih dalam tahap proses,” kata dia, dikonfirmasi Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, SLHS merupakan syarat wajib bagi SPPG karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Sertifikat tersebut menjadi indikator bahwa fasilitas serta proses pengolahan makanan telah memenuhi standar kesehatan lingkungan.
Sebelum menerbitkan SLHS, dinas kesehatan melakukan verifikasi dokumen persyaratan dan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL).
Proses penilaian dan penerbitan SLHS sangat ketat, ada beberapa item yang harus dilakukan kroscek secara obyektif dan menyeluruh di dapur MBG.
Meliputi yang utama hasil inspeksi kesehatan lingkungan dapur MBG.
Pemeriksaan kualitas air memenuhi standar sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 2 tahun 2023.
Tahapan berikutnya adalah pemeriksaan kualitas sample makanan dan usap alat harus memenuhi syarat bebas bakteri patogen (kuman).
SPPG juga harus sudah melakukan pelatihan keamanan pangan bagi para food handlers (penjamah makanan).
Kemudian kebersihan tempat, kesehatan penjamah makanan, hingga pengujian laboratorium menjadi item krusial.
“Jadi ada tahapan syarat yang harus terpenuhi sebelum penerbitan SLHS,” ujar Kadinkes.
Jika berkas atau dokumen lengkap dan sudah memenuhi syarat, maka Dinkes akan menerbitkan SLHS maksimal 5 sampai 7 hari setelah semua syarat terpenuhi dan dinyatakan lolos.
“Malah 1 sampai 2 hari sudah terbit asal lengkap dan memenuhi syarat indikator-indikator pemeriksaan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Badan Gizi Nasional (BGN), menegaskan bahwa seluruh SPPG yang beroperasi wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
SLHS hanya dapat diberikan kepada SPPG yang sudah beroperasi, karena proses penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan pegawai hingga menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
Editor: Ubay – ZONA INDONESIA












