JEMBER – “Ibu dan bapak selalu berpesan, muroja’ah itu wajib. Sesibuk apa pun, waktu untuk Al-Qur’an harus selalu disempatkan, bukan sekadar menunggu waktu luang,” tutur Khamidatus Sholeha Ma’rufin, Wisudawan Terbaik Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.
Kalimat itulah yang menjadi pegangan hidup Khamida hingga ia berhasil dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik UIN KHAS Jember pada Wisuda Sarjana ke-77, Kamis (23/4/2026).
Gadis kelahiran Banyuwangi, 17 Maret 2004 ini tak hanya menyandang gelar sarjana dengan predikat cumlaude (IPK 3.90), tetapi juga mengukuhkan diri sebagai seorang Hafidzah 30 Juz.
Hebatnya, Khamida menuntaskan masa studinya di Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) hanya dalam waktu 3 tahun 2 bulan.
Muroja’ah di Sela Kesibukan Kuliah
Bagi anak tunggal pasangan Abu Yazid Ma’rufin dan Siti Mujayati ini, menjaga hafalan adalah prioritas utama.
Perjalanan menghafalnya dimulai sejak kelas 1 SMP dan tuntas saat ia duduk di bangku kelas 2 SMA.
Konsistensi itu ia bawa hingga ke bangku kuliah.
Di tengah tumpukan tugas akademik, Khamida memiliki cara unik untuk menjaga hafalannya.
“Pagi hari saya mulai dengan muroja’ah. Seringkali saya menyambinya dengan aktivitas lain, seperti saat jogging, bersepeda menuju kampus, hingga saat menunggu dosen masuk kelas,” ungkap mahasiswi angkatan 2022 ini.
Menurutnya, mengiringi aktivitas harian dengan Al-Qur’an justru membuat segala urusannya menjadi lebih mudah.
Deretan Prestasi Internasional
Khamida membuktikan bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an tidak menghalangi langkahnya untuk berprestasi di kancah nasional maupun internasional.
Berikut beberapa capaian menterengnya:
- Gold Medal Hifzil 30 Juz: 2nd SEIBA International Festival 2024 di UIN Imam Bonjol, Padang.
- Juara 2 MHQ 20 Juz: Tingkat Internasional dalam ajang Unesa Quranic Competition.
- Mawapres Hat-trick: Terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi UIN KHAS tiga tahun berturut-turut (2023-2025).
- Juri & Narasumber: Kerap dipercaya menjadi juri Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) tingkat nasional dan pemateri seminar tahfidz.
Dia mengakui, dukungan penuh dari pihak Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS Jember, khususnya melalui program pendampingan bakat minat, menjadi faktor kunci kesuksesannya di berbagai kompetisi.
Membangun Komunitas ‘Sahabat Muroja’ah’
Jiwa sosial dan kecintaannya pada Al-Qur’an mendorong Khamida untuk merintis komunitas bernama Sahabat Muroja’ah pada Februari 2026.
Komunitas ini dibentuk sebagai wadah bagi rekan-rekan mahasiswa yang sedang berjuang menjaga hafalan di tengah kesibukan akademik.
“Menjaga hafalan itu tidak mudah. Saya ingin teman-teman merasa tidak sendirian,” jelas santriwati jebolan Ponpes Al-Falah Rejoagung Banyuwangi ini.
Saat ini, Sahabat Muroja’ah telah menjalankan berbagai program, mulai dari kelas MHQ hingga Tahfidz Private.
Bahkan, komunitas ini telah berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) melalui program “TAZKIYAH” (Tadarus Qur’an Khusus Akhwat) yang rutin mengadakan khataman online.
Inspirasi Lewat ‘Jurnal Khamida’
Tak berhenti di situ, Khamida juga aktif menginspirasi anak muda melalui media sosial lewat platform Jurnal Khamida.
Melalui Instagram dan WhatsApp Channel, ia membagikan perjalanan perjuangannya meraih prestasi dan tips konsistensi.
Kisah Khamida adalah bukti nyata bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang bagi mereka yang mampu menyusun skala prioritas.
Di bawah naungan Al-Qur’an, ia membuktikan bahwa prestasi akademik dan spiritual bisa berjalan beriringan.
(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)





