BONDOWOSO – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke X di Hotel Palm Bondowoso, pada Senin (4/5/2026).
Agenda utama pertemuan ini adalah membentuk tim formatur yang akan menentukan nakhoda baru partai berlambang Ka’bah ini untuk periode mendatang.
Tim formatur tersebut nantinya akan mengajukan nama-nama calon Ketua DPC PPP Bondowoso ke DPP PPP.
Majelis Pakar DPW PPP Jatim, Imam Thahir, mengatakan setelah terbentuk para formatur akan mengajukan nama-nama calon ketua selama sekitar 15 hari ke depan.
Pembentukan formatur ini melibatkan 22 suara dari unsur DPC, PAC, dan badan otonom (Banom).
Jumlah ini seharusnya mencapai 25 suara, namun tiga PAC tidak dapat berpartisipasi karena kendala administratif, termasuk adanya pengurus yang telah meninggal dunia.
Struktur tim formatur juga diperluas. Selain lima formatur hasil Muscab-terdiri dari satu unsur DPC dan empat unsur PAC-akan ada tambahan dua formatur dari DPW dan DPP yang bersifat ex officio.
Dengan demikian, tujuh formatur akan bermusyawarah menentukan ketua DPC PPP Bondowoso beserta jajaran kepengurusan definitif.
Adapun hasil formatur terpilih dari unsur DPC, yakni Ahmadi memperolehan 9 suara, Barri Sahlawi Zein 8 suara kemudian Syaiful Bahri dengan 5 suara.
Sementara dari unsur PAC, persaingan berlangsung lebih ketat dengan 12 kandidat yang ikut serta. Suharyono berhasil meraih suara tertinggi sebanyak 14 suara. Di bawahnya, Badrus, Yunus, dan Abu Hasan sama-sama mengantongi 9 suara.
Ketua formatur terpilih, Ahmadi, mengungkapkan dalam momentum ini pihaknya memberi kesempatan kepada seluruh kader PPP yang memenuhi syarat untuk maju sebagai calon ketua DPC.
“Siapapun kader PPP, bisa maju mencalonkan diri selagi memenuhi syarat,” kata dia, usai Muscab di Palm Hotel, Senin (4/5/2026) malam.
Menurutnya, mekanisme penjaringan tetap mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP. Salah satu syarat utama adalah pernah menjadi pengurus PPP, baik di tingkat DPC maupun PAC, minimal satu periode atau satu tahun.
“Keputusan nantinya diambil bersama, dengan tetap meminta pertimbangan ulama dan masayikh sebagai bagian penting dari PPP,” imbuhnya.
PPP sendiri merupakan partai tertua dan pernah berkuasa di Bondowoso, di mana pada 2018 sampai 2023 ketua DPC PPP KH Salwa Arifin menang dalam kontestasi Pilkada menjadi Bupati Bondowoso.
Saat ini PPP menunjukkan kesolidannya lewat Muscab ke X untuk menentukan nahkoda baru. Masyarakat menunggu siapa yang nantinya terpilih menjadi ketua DPC(*)
Editor: Ubay – ZONA INDONESIA












