Keren! Santri UIN KHAS Jember Tembus Google Student Ambassador, Sisihkan 80 Ribu Peserta

Edo Shieva Susanto. (Foto: Teamwork - ZONA INDONESIA)
Edo Shieva Susanto. (Foto: Teamwork - ZONA INDONESIA)

JEMBER – Edo Shieva Susanto, seorang santri yang membuktikan bahwa latar belakang pesantren bukan penghalang untuk menguasai teknologi tingkat dunia.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) UIN KHAS Jember ini sukses terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026.

Pemuda kelahiran Probolinggo, 4 September 2005 ini berhasil menyisihkan puluhan ribu pendaftar dari seluruh penjuru Indonesia.

Perjalanannya menuju kursi GSA terbilang sangat kompetitif dan melalui seleksi yang super ketat.

“Kandidat harus mampu menunjukkan visi, kontribusi yang ingin diberikan, serta keunikan latar belakang yang dimiliki,” kata Edo, Jum’at (1/5/2026).

Singkirkan 81.800 Pendaftar

Data yang dihimpun menunjukkan betapa sengitnya persaingan tahun ini.

Edo harus beradu kemampuan dengan 81.800 mahasiswa se-Indonesia.

Dari jumlah masif tersebut, panitia hanya menyaring 2.000 kandidat, hingga akhirnya dikerucutkan kembali menjadi 150 mahasiswa terpilih.

Edo menjadi salah satu talenta yang berhak menghadiri inaugurasi GSA di Jakarta Selatan pada 22-25 April 2026 lalu.

Baginya, pencapaian ini adalah pembuktian bahwa identitas santri adalah modal, bukan batasan.

“Saya ingin menunjukkan bahwa santri atau lulusan pesantren itu mampu berkembang di berbagai bidang, termasuk teknologi dan inovasi digital. Karena santri bisa menjadi apa saja,” ujar alumnus Pondok Pesantren Sullamul Hidayah Probolinggo ini.

Misi Hapus Stigma Negatif AI

Ketertarikan Edo pada program besutan raksasa teknologi Google ini dipicu oleh melesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Dia merasa terpanggil untuk memberikan edukasi yang tepat mengenai kecerdasan buatan tersebut di lingkungan kampus.

“Saya ingin ikut berperan dalam menghilangkan stigma buruk terhadap AI. Bahwa teknologi ini bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi alat yang bisa dimanfaatkan secara positif dan bijak,” paparnya.

Sebagai GSA, anak sulung dari tiga bersaudara ini kini mengemban amanah sebagai perpanjangan tangan Google di UIN KHAS Jember.

Ia bertugas mengenalkan ekosistem digital kepada rekan sejawatnya yang mungkin masih asing dengan perkembangan teknologi terbaru.

“Tugas saya selanjutnya adalah menjadi perpanjangan tangan Google di lingkungan kampus. Saya memiliki tanggung jawab untuk membuat kegiatan yang berdampak, seperti workshop, seminar, maupun diskusi seputar teknologi,” paparnya.

Hafiz 10 Juz dan Aktivis Kampus

Meski kini bergelut dengan dunia digital, Edo tidak meninggalkan akar keislamannya.

Di balik kepiawaiannya soal teknologi, ia ternyata merupakan seorang hafiz yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 10 juz.

Di organisasi, ia juga dikenal aktif sebagai kader PMII FUAH UIN KHAS Jember dan pengurus HMPS IAT.

Sederet prestasi di bidang keagamaan pun pernah diraihnya, seperti Juara II MQK Rektor Cup 2025 dan Juara Harapan I MFQ tingkat nasional di Yogyakarta tahun 2025.

Bagi Edo, menjadi Google Student Ambassador bukan sekadar soal gaya atau predikat mentereng.

Ini adalah langkah nyata seorang santri untuk menjadi bagian dari perubahan besar di era transformasi digital.

(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *