JEMBER – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, bersama Rais ‘Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dijadwalkan menghadiri acara puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kantor PCNU Situbondo pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Ketua Tanfidziyah PCNU, Situbondo KH. Muhyiddin Khatib, menyatakan kesiapan kegiatan tersebut telah mencapai tahap akhir.
“Alhamdulillah, InsyaAllah sudah 90 persen. Hal-hal teknis masih dibicarakan dan kami terus berbenah,” ujarnya.
Agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut meliputi peresmian gedung baru berupa fasilitas aula dan ruang rapat.
Gedung aula dinamai Aula KHR. As’ad Syamsul Arifin, sedangkan ruang rapat menggunakan nama KHR. Ahmad Sufyan Miftahul Arifin.
Pemberian nama tersebut dimaksudkan untuk menghormati para tokoh yang berjasa besar dalam sejarah NU di Situbondo, tanpa mengurangi penghargaan terhadap tokoh-tokoh lainnya.
Kehadiran jajaran pimpinan PBNU dalam acara tingkat cabang ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat organisasi serta mengeratkan hubungan dengan berbagai elemen masyarakat.
“Kami juga mengundang pengurus MWCNU dan ranting untuk menghadiri kegiatan tersebut. Keterlibatan struktur organisasi hingga tingkat bawah diharapkan memperkuat partisipasi warga NU dalam peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026,” tutur KH. Muhyiddin.
Perhelatan akbar ini diperkirakan menghadirkan 600 hingga 650 peserta yang mencakup perwakilan dari 18 MWCNU serta sekitar 170 ranting.
Selain jajaran internal NU, undangan turut dialamatkan kepada pengurus wilayah, perwakilan PCNU dari daerah sekitar, unsur pemerintah, Kementerian Agama, hingga sejumlah pimpinan partai politik.
Kelancaran acara didukung oleh kesiapan pengamanan internal yang melibatkan Banser, GP Ansor, dan Pagar Nusa, serta pengamanan eksternal bersama kepolisian.
Pengaturan arus lalu lintas di sekitar Jalan Madura, termasuk akses menuju lokasi kegiatan dan persimpangan menuju Tanjung, dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian.
Di tengah perkembangan zaman, momentum Hari Santri Nasional juga membawa pesan penguatan kapasitas generasi muda.
KH. Muhyiddin berpesan agar penguasaan teknologi digital berjalan selaras dengan upaya merawat nilai keislaman dan semangat kebangsaan demi menjaga keutuhan NKRI serta Pancasila.
“Kalau saat ini sudah masa digital, santri tidak boleh tertinggal dalam soal digitalisasi,” ujar KH. Muhyiddin.
Penulis: Fathur Rozi – ZONA INDONESIA



