JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan program Mobil Cinta untuk membantu pasien kurang mampu kembali ke rumah setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Kamis (8/10/2026).
Layanan pengantaran gratis ini diperkenalkan di halaman RSD Balung bersamaan dengan peringatan 2nd Anniversary Universal Health Coverage (UHC), yang turut dihadiri Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan RI Akmal Budi Yulianto beserta jajaran pemerintah daerah.
Langkah ini diambil Pemkab Jember untuk meringankan beban biaya transportasi keluarga pasien yang memiliki keterbatasan ekonomi setelah dinyatakan sembuh oleh pihak medis.
Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak boleh berhenti begitu saja saat masa perawatan medis di rumah sakit dinyatakan selesai.
“Warga yang tidak mampu mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit, tetapi pulangnya masih punya tanggungan,” kata Gus Fawait.
Ia menambahkan, penyediaan fasilitas transportasi ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan dasar dan berpihak kepada masyarakat kecil.
“Pemerintah Kabupaten Jember sesuai arahan Presiden Prabowo untuk betul-betul membela wong cilik, terutama mereka yang tidak mampu,” ujar Gus Fawait.
Sebagai tahap awal, Pemkab Jember menyiapkan 38 armada Mobil Cinta untuk beroperasi di tiga rumah sakit milik pemerintah daerah.
Saat ini sebanyak 31 armada sudah siap dipergunakan, sementara tujuh kendaraan sisanya akan segera ditambahkan untuk melengkapi operasional program.
Gus Fawait menegaskan bahwa unit Mobil Cinta memiliki fungsi yang berbeda dengan armada ambulans pada umumnya.
Kendaraan ini didesain khusus guna memberikan kenyamanan serta suasana berbeda bagi warga yang telah dinyatakan pulih.
“Ambulans itu menjemput yang sakit. Kalau ini mengantar yang sudah sehat, yang sudah dirawat di rumah sakit,” jelasnya.
Pemkab Jember juga membuka diri terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat demi menyempurnakan pelaksanaan program Mobil Cinta di lapangan.
Warga dapat menyampaikan saran secara langsung atau memanfaatkan saluran aduan resmi pemerintah daerah.
“Pasti ada kelemahan, pasti ada kekurangan. Maka justru saya perlu masukan dari masyarakat,” tegas Gus Fawait.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan RI Akmal Budi Yulianto mengapresiasi inovasi Pemkab Jember yang dinilai memberikan nilai tambah di luar manfaat jaminan kesehatan nasional.
“Ini adalah inovasi wujud kolaborasi antara BPJS Kesehatan bersama dengan pemerintah kabupaten,” ungkap Akmal.
Akmal menyebutkan bahwa program ini selaras dengan Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 tentang dukungan anggaran daerah untuk pelayanan tambahan masyarakat.
Ia berharap terobosan yang dihadirkan Pemkab Jember dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam meningkatkan pelayanan publik.
“Dengan kreativitas Pak Bupati, ini ternyata bisa diwujudkan program-program yang memang pro-rakyat dan terlihat,” kata Akmal.
Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA












