Daerah  

Kalaksa BPBD Bondowoso Akui Anggaran Jembatan Darurat Sentong Belum Terealisasi

Meski sudah dibangun, BPBD Bondowoso akui anggaran jembatan darurat belum terealisasi (dok: istimewa/ZONA INDONESIA)
Meski sudah dibangun, BPBD Bondowoso akui anggaran jembatan darurat belum terealisasi (dok: istimewa/ZONA INDONESIA)

BONDOWOSO – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengakui anggaran jembatan darurat Sentong, Nangkaan, belum terealisasi hingga saat ini meski sudah dibangun.

Menurut Kristianto, anggaran direalisasikan setelah pekerjaan selesai 100 persen dan dilakukan perhitungan akhir serta pemeriksaan.

“Saat ini belum,” kata Kristianto, dikonfirmasi Rabu (29/4/2026).

Ditanya apakah anggaran yang digunakan membangun jembatan darurat dari kayu tersebut menggunakan dana talangan, kemudian apakah ada tambahan anggaran perbaikan pasca kerusakan? Kristianto enggan membeberkan lebih lanjut.

“Intinya anggaran belum terealisasi” tutur dia.

Kondisi jembatan darurat Sentong Nangkaan, belakangan ini menjadi sorotan publik.

Jembatan yang dialokasikan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp75 juta itu dilaporkan mengalami kerusakan sebelum sempat diresmikan atau digunakan secara maksimal oleh warga.

Sebelumnya, Kristianto menjelaskan bahwa kerusakan pada struktur jembatan kayu tersebut dipicu oleh tingginya debit air sungai yang membawa material sampah dan kayu.

Hal ini menyebabkan pilar penyangga bergeser dan beberapa bagian kayu patah, sehingga jembatan dinilai tidak aman untuk dilalui.

Jembatan darurat ini merupakan akses vital bagi masyarakat Nangkaan dan Sukowiryo, terutama bagi pejalan kaki, mengingat jembatan utama Sentong sedang dalam tahap pembongkaran untuk pembangunan permanen yang ditargetkan selesai dalam 8 bulan ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Bondowoso masih melakukan penutupan total pada jembatan darurat tersebut selama 3 hingga 4 hari guna proses perbaikan dan penguatan struktur agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(*)

Editor : Ubay – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *