JEMBER – Tim Satgas Saber Pangan gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanjung hingga ritel modern di Kabupaten Jember pada Senin (28/9/2026).
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, petugas memastikan harga jual beras di tingkat pedagang pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan masih stabil dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Sidak gabungan ini melibatkan personel dari Polres Jember, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Perdagangan, Dinas Pasar, hingga Perum Bulog untuk mengantisipasi gejolak harga beras.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jembe,r Iptu Harry Sasono, menyampaikan pengawasan di Pasar Tanjung menyasar toko UD Utama Sari dan UD Sumber Pangan Barokah.
Di pedagang tersebut, beras premium merek Gokar dijual Rp14.900 per kilogram dan beras SPHP seharga Rp11.800 per kilogram.
Sementara itu, pemeriksaan di ritel modern Lippo Mall Jember mencatat harga beras premium merek Punokawan, Be Food Setra Ramos, serta Santap dibanderol Rp14.900 per kilogram, dan beras SPHP dijual Rp12.500 per kilogram.
”Berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah lokasi, harga beras yang ditemukan masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Tidak ditemukan adanya penjualan beras yang melampaui batas harga tersebut,” kata Harry.
Meski harga terkendali sesuai aturan, petugas menemukan kendala dari sisi pasokan.
Ritel modern mengalami keterbatasan stok beras medium, sedangkan di pasar tradisional pasokan beras premium mulai menipis hingga habis di beberapa toko akibat tingginya harga gabah petani yang memicu kenaikan biaya produksi penggilingan.
”Kondisi harga dan pasokan beras perlu terus dipantau untuk mencegah terjadinya gejolak. Pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap harga jual, tetapi juga ketersediaan stok,” terangnya.
Harry memaparkan, pihaknya bersama instansi terkait akan terus mengintensifkan pemantauan serta memberikan imbauan kepada pedagang agar tetap patuh pada ketentuan HET.
”Melalui pengawasan ini, kami berupaya memastikan kebutuhan beras masyarakat Jember tetap aman dengan harga sesuai ketentuan. Pemantauan berkelanjutan ini juga untuk mendeteksi lebih awal jika ada gangguan pasokan di pasaran,” tegas Harry.
Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA













