DPC PPP Jember Gelar Muscab X, Targetkan 10 Kursi Legislatif dan Perkuat Kaderisasi Muda

Gus Mamak dan H. Nur Hasan diwawancarai media dalam Muscab DPC PPP Jember, Senin (4/5/2026). (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)
Gus Mamak dan H. Nur Hasan diwawancarai media dalam Muscab DPC PPP Jember, Senin (4/5/2026). (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)

JEMBER – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Jember menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) X, Senin (4/5/2026).

Forum tertinggi tingkat kabupaten ini mengusung tema “Transformasi PPP untuk Indonesia” sebagai momentum evaluasi sekaligus memperkuat konsolidasi mesin partai menghadapi dinamika politik di wilayah setempat.

Wakil Ketua OKK DPW PPP Jawa Timur, H. Nur Hasan, menjelaskan bahwa Muscab ini merupakan agenda rutin untuk menjaga keberlanjutan kepemimpinan.

Ia memandang Jember memiliki posisi strategis sebagai barometer politik di Jawa Timur, terutama dengan ketokohan Ketua DPC PPP Jember saat ini, H. Madini Farouq atau Gus Mamak, yang dinilai masih sangat kuat.

Mengenai target politik ke depan, Nur Hasan menegaskan perlunya kerja keras untuk meningkatkan perolehan kursi di parlemen.

“Target Gus Mamak sepuluh kursi kalau memang konsolidasinya sampai ke ranting dan kita pastikan semua caleg ini orang-orang yang luar biasa yang kita tarungkan. Karena kami harus bekerja yang luar biasa, harus bekerja dengan cara extraordinary,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nur Hasan menyinggung mengenai regenerasi dan keterbukaan partai.

Sesuai instruksi DPP, komposisi kepengurusan harus mampu merangkul berbagai komponen, termasuk kuota 30 persen perempuan serta pelibatan tokoh-tokoh kultural.

“PPP ini warisan para ulama yang juga nanti PPP sudah mulai harus terbuka. Siapapun yang siap untuk mengabdikan diri untuk kemenangan PPP, kita rangkul dari kelompok manapun,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Jember, Gus Mamak, meluruskan mekanisme suksesi dalam Muscab kali ini.

Ia menjelaskan bahwa forum ini tidak secara langsung memilih ketua, melainkan membentuk tim formatur yang terdiri dari perwakilan DPC, PAC, DPW, hingga DPP.

Tim formatur inilah yang nantinya menyusun struktur kepengurusan secara kolektif.

“Perlu dipahami bahwa Muscab PPP kita tidak memilih ketua, tapi memilih formatur. Tujuh orang inilah yang akan bersama-sama menyusun kepengurusan. Sampai hari ini tidak ada calon karena memang tidak ada tahapan pencalonan, sehingga kita tidak tahu nanti bagaimana hasil formaturnya,” terang Gus Mamak.

Terkait persiapan menghadapi Pemilu 2029, Gus Mamak menyatakan akan memfokuskan langkah pada konsolidasi organisasi secara vertikal, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.

Selain itu, program kaderisasi melalui Latihan Kepemimpinan Kader Dasar (LKKD) akan diperluas hingga ke tingkat daerah pemilihan (Dapil).

“Nanti ke depan kita akan mengadakan LKKD tingkat Dapil yang pesertanya tiap desa tiga orang, sehingga kita menyiapkan kader-kader muda untuk PPP masa depan,” pungkasnya.

(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *