BONDOWOSO – Jembatan alternatif di Kelurahan Nangkaan, Bondowoso yang difungsikan untuk pejalan kaki pasca amblesnya jembatan utama, mengalami kerusakan.
Jembatan yang dibangun dengan dana BTT Rp75 juta ini rusak akibat tingginya debit air sungai yang membawa sampah dan material kayu.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan bahwa sampah berupa kayu dan bambu menyangkut di pilar jembatan, menyebabkan struktur bergeser.
Akibatnya, akses ini harus ditutup total selama 3 hingga 4 hari untuk perbaikan.
“Evaluasi kami menunjukkan ada bagian yang perlu diperkuat agar lebih tahan terhadap debit air besar. Perbaikan ini tidak menggunakan anggaran tambahan, melainkan dilakukan secara gotong royong,” ujarnya, Senin (27/04/2026).
Menurutnya, jembatan ini awalnya dibangun dengan konstruksi sederhana menyesuaikan kondisi musim kemarau.
Namun, perubahan cuaca yang menyebabkan air sungai meluap menjadi faktor utama kerusakan, terutama pada pilar tengah.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia Pelaksana, Lukman Beryl.
Ia menegaskan bahwa sejak awal jembatan memang khusus untuk pejalan kaki.
“Kami sudah ingatkan bahwa material kayu kelapa kuat tapi berisiko jika terkena arus besar. Ternyata saat debit tinggi, beberapa pilar bergeser terbawa arus,” jelasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena saat itu tidak ada warga yang melintas.
Sambil menunggu perbaikan selesai, masyarakat diarahkan untuk menggunakan akses di jembatan utama sisi timur yang masih aman dilalui pejalan kaki.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas selama proses perbaikan berlangsung.
(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)












