JEMBER – Rektor UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS Jember), Profesor Hepni, tampil sebagai narasumber dalam program Kajian Islami yang diproduksi di Studio 7 TVRI Nasional, Jakarta, Jumat (27/02/2026).
Kehadirannya menjadi panggung strategis dalam menyuarakan arah pendidikan Islam di tengah perubahan zaman yang kian kompleks.
Dalam program yang direkam secara tapping tersebut, Profesor Hepni berdampingan dengan Profesor Asrorun Ni’am Sholeh, Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Tayangan ini dijadwalkan mengudara sesuai agenda siaran TVRI.
Di hadapan publik nasional, Profesor Hepni menegaskan bahwa hakikat pendidikan adalah memanusiakan manusia.
Ia menyampaikan bahwa pendidikan Islam tidak semata berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga membentuk karakter dan peradaban manusia yang bermartabat.
Menurutnya, konsep insan kamil menjadi tujuan ideal pendidikan Islam, yakni melahirkan manusia paripurna dalam dimensi spiritual, intelektual, dan sosial.
Generasi yang dicita-citakan adalah mereka yang berkarakter ulil albab dan ulin nuha—insan yang mampu berpikir kritis, mendalam, serta bijaksana dalam mengambil keputusan.
Dalam paparannya, Profesor Hepni juga menyoroti dinamika era digital yang menuntut respons lebih dari sekadar penguasaan teknologi.
Ia menilai generasi muda harus dibekali akhlak mulia dan integritas tinggi sebagai fondasi utama.
“Di tengah derasnya arus digital, pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kebertahan dan kokoh secara moral dan spiritual,” ungkapnya.
Kehadiran Rektor UIN KHAS Jember dalam program Kajian Islami TVRI Nasional tersebut mempertegas peran akademisi dalam ruang publik nasional sekaligus membawa gagasan strategis tentang arah pendidikan Islam Indonesia ke depan (berbasis karakter, integritas, dan ketangguhan moral di tengah disrupsi zaman).
(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)











