Bupati Bondowoso Tinjau Jembatan Putus di Desa Wonoboyo, Pastikan Penanganan Cepat

Bupati Bondowoso saat meninjau jembatan putus di Desa Wonoboyo, Seni (13/4/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Bondowoso - ZONA INDONESIA)
Bupati Bondowoso saat meninjau jembatan putus di Desa Wonoboyo, Seni (13/4/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Bondowoso - ZONA INDONESIA)

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso, KΗ. Abdul Hamid Wahid, meninjau langsung kondisi jembatan yang rusak parah akibat terjangan banjir di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, pada Senin (13/4/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap keluhan warga mengenai lumpuhnya akses penghubung antar-desa.

Bupati menegaskan, langkah penanganan sementara akan segera dilakukan untuk mencegah dampak lebih besar, mengingat jembatan yang rusak merupakan akses vital warga melakukan aktivitas setiap hari.

Dalam kunjungannya, Bupati menemukan beberapa jembatan desa dalam kondisi memprihatinkan, bahkan ada yang nyaris putus dan masih menggunakan konstruksi darurat.

Dengan kondisi tersebut, Bupati kembali menegaskan bahwa pihaknya akan lakukan penanganan sementara dengan pemasangan bronjong agar struktur jembatan tetap aman dan tidak semakin rusak.

“Kami akan tangani secepatnya, agar aktivitas warga tidak terganggu, ada anak sekolah, warga bekerja lewat jembatan ini,” ujar Bupati.

Kendati dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat efisiensi, Pemkab Bondowoso tetap berupaya maksimal melalui berbagai skema pembiayaan, seperti Belanja Tidak Terduga (BTT) hingga dukungan APBD dan bantuan pemerintah yang lebih tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menambahkan, penanganan terhadap jembatan ini pertama difokuskan pada penguatan dengan bronjong agar aliran air tidak langsung merusak pondasi jembatan maupun masuk ke permukiman warga.

Ada sedikitnya empat titik jembatan menjadi prioritas penanganan. Salah satunya berada di jalur perbatasan yang kerap terdampak luapan sungai saat hujan deras.

“Untuk tahap awal, Pemkab telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 juta guna penanganan darurat di beberapa titik jembatan terdampak” kata dia.

Pihaknya berharap, langkah cepat ini dapat menjaga konektivitas antarwilayah serta mengurangi risiko kerusakan lebih parah, sembari menunggu perbaikan permanen melalui perubahan anggaran daerah.

(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *