JEMBER – Malam akhir pekan di Rembangan Arjasas, Jumat (29/8/2025), terasa berbeda.
Ratusan warga, RT, RW, dan kepala desa berkumpul dalam sarasehan Bunga Desaku bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait.
Acara penuh keakraban ini bukan hanya ajang silaturahmi, tapi juga tempat menyampaikan program dan keluhan warga secara langsung.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan kesehatan gratis lewat Universal Health Coverage (UHC).
“Sekarang tidak boleh ada lagi warga sakit yang tidak bisa berobat. Dengan UHC, bisa berobat gratis pakai KTP saja,” katanya.
Selain itu, dia juga mengumumkan beberapa program lain, mulai dari honor untuk guru ngaji yang disalurkan lewat rekomendasi kades, beasiswa kuliah selama empat tahun, hingga aktivasi Bandara Notohadinegoro dengan penerbangan langsung ke Jakarta.
“Mengapa langsung ke Jakarta? Karena Jakarta adalah sumber ekonomi. Ibaratnya kita harus bersandar pada pohon hidup, yaitu Jakarta,” ujarnya.
Di bidang pertanian, Gus Fawait menegaskan kebutuhan pupuk di Jember sudah tercukupi dan kini giliran pembangunan infrastruktur pertanian dijalankan.
Tak ketinggalan, dia juga menyiapkan 1000 tenaga kesehatan untuk membantu posyandu di desa-desa.
“Untuk ibu hamil akan kita kontrol, kita kawal sampai lahiran di rumah sakit,” tegasnya.
Sementara itu, para kades dari tiga kecamatan menyampaikan berbagai usulan.
Dari perbaikan jalan, PJU, pembangunan pasar desa, renovasi balai desa, hingga fasilitas olahraga dan ruang bermain anak.
Bahkan ada juga permintaan unik seperti lampu merah di pasar hewan dan pengembangan situs bersejarah Joplang.
Seluruh aspirasi itu langsung dicatat Gus Fawait dan akan ditindaklanjuti bersama dinas terkait.
“Kami datang bukan hanya untuk bicara program, tapi juga untuk mendengar apa yang menjadi kebutuhan warga,” katanya.
Suasana sarasehan berlangsung cair, penuh tawa, sekaligus serius ketika membicarakan kebutuhan desa.
Lewat kegiatan Bunga Desaku ini, pemerintah kabupaten berusaha hadir lebih dekat dengan masyarakat, memastikan setiap program dan usulan bisa berjalan beriringan.
(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)












