JEMBER – Satreskrim Polres Jember mulai membuka sebagian garis polisi (police line) di SPBU Jalan Teuku Umar, Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates.
Pembukaan segel tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang diperkirakan meningkat menjelang Idulfitri.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Ipda Harry Sasono, menjelaskan bahwa keputusan membuka sebagian garis polisi diambil setelah penyidik menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal serta mengamankan sejumlah barang bukti.
Kasus ini bermula dari laporan masyarakat pada Sabtu, 14 Maret 2026, terkait dugaan praktik ilegal penyalahgunaan BBM bersubsidi di SPBU tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, anggota Satreskrim Polres Jember langsung mendatangi lokasi dan memasang garis polisi di seluruh area SPBU untuk kepentingan penyelidikan.
“Anggota Satreskrim langsung turun ke TKP untuk melaksanakan olah TKP dengan memasang garis polisi di seluruh area SPBU guna mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung proses penyelidikan,” ujarnya.
Setelah dilakukan analisa perkara, kepolisian memutuskan membuka sebagian garis polisi yang tidak lagi dibutuhkan dalam proses penyidikan.
Namun, penyidik tetap memasang garis polisi pada titik yang diduga berkaitan langsung dengan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Kami melakukan pelepasan terhadap police line yang sekiranya tidak diperlukan kembali. Saat ini kami hanya memfokuskan pemasangan garis polisi pada mesin yang digunakan pelaku sebagai sarana mengisi BBM bersubsidi jenis solar,” paparnya.
Harry menegaskan, pembukaan sebagian garis polisi tersebut juga mempertimbangkan kepentingan masyarakat, mengingat menjelang Idulfitri kebutuhan bahan bakar minyak diprediksi meningkat.
Meski sebagian garis polisi telah dibuka, SPBU tersebut masih belum dapat beroperasi.
Di lokasi masih terpasang banner pembinaan dari Pertamina serta penunjuk arah menuju SPBU terdekat bagi masyarakat yang hendak mengisi BBM.
“Masih ada banner pembinaan dari Pertamina, serta penunjuk arah ke SPBU terdekat lainnya bagi masyarakat yang hendak mengisi BBM,” jelasnya.
Saat ini Satreskrim Polres Jember masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“Kami akan terus berupaya mengusut tuntas dan menyelidiki lebih lanjut keberadaan pelaku, termasuk sarana yang mereka gunakan dalam tindak pidana ini,” ungkapnya.
Pihak kepolisian juga tengah menelusuri isu yang menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam perkara tersebut.
“Jika memang ada dan kami temukan buktinya, tentu akan kami tindak tegas,” tutupnya.
(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)












