SITUBONDO — Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, merencanakan penyelenggaraan Festival Anyer-Panarukan sebagai agenda budaya dan sejarah berskala nasional dengan mengangkat kembali jejak Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan.
Pemerintah Kabupaten Situbondo menggagas festival tersebut dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, sebagai wilayah titik awal Jalur Anyer.
Jalur sepanjang lebih dari 1.000 kilometer itu dibangun pada era kolonial dan membentang dari Anyer hingga Panarukan.
Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio menyampaikan, festival ini dirancang sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus penguatan identitas daerah, dengan melibatkan desa-desa di sepanjang jalur sejarah tersebut.
“Festival ini kami gagas sebagai upaya menghidupkan kembali memori kolektif bangsa tentang Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan, sekaligus mendorong desa-desa di sepanjang jalur sejarah itu untuk tumbuh melalui ekonomi kreatif dan pariwisata,” ujar Mas Rio, Rabu (21/1/2026).
Ia menyebutkan, komunikasi awal telah dilakukan dengan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah untuk membangun sinergi antardaerah agar festival tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kami sepakat bahwa Anyer-Panarukan adalah narasi besar bangsa yang harus dihadirkan bersama. Kolaborasi lintas daerah menjadi kunci agar festival ini tidak bersifat parsial,” kata Mas Rio.
Menurut Mas Rio, Festival Anyer-Panarukan akan dikemas melalui pameran sejarah, pertunjukan seni budaya, serta pelibatan UMKM desa.
Pemerintah daerah juga berencana melibatkan sejarawan, komunitas budaya, dan generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya mengenal Anyer–Panarukan dari buku sejarah, tetapi merasakannya sebagai bagian dari identitas dan peluang masa depan,” ujarnya.
Rencana festival tersebut mendapat respons dari Menteri Desa RI, Yandri Susanto.
Ia menilai penggabungan sejarah dan pemberdayaan desa sejalan dengan agenda pembangunan berbasis kearifan lokal.
“Ini contoh bagaimana sejarah tidak hanya dikenang, tetapi dimanfaatkan sebagai kekuatan pembangunan desa. Kami menyambut baik inisiatif Situbondo yang mengaitkan warisan sejarah dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkas Yandri.
(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)












