SITUBONDO – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Situbondo Andi Handoko menyalurkan 250 paket sembako kepada korban banjir bandang di Dusun Krajan, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Senin (9/3/2026).
Penyaluran bantuan berlangsung di wilayah terdampak banjir bandang yang sebelumnya menerjang kawasan tersebut pada Sabtu (7/3/2026).
Paket bantuan berisi kebutuhan pokok berupa beras, minyak goreng, dan gula pasir untuk warga terdampak.
“Alhamdulillah pada hari ini kami menyalurkan ratusan paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir kepada korban banjir di wilayah Kecamatan Banyuglugur,” kata Andi Handoko.
Andi yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Situbondo menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk kehadiran PDI Perjuangan bersama masyarakat yang menghadapi bencana.
“Bantuan ini juga merupakan wujud kepedulian dan komitmen PDI Perjuangan untuk hadir bersama masyarakat saat menghadapi bencana,” tegasnya.
Ia berharap bantuan tersebut mampu membantu kebutuhan warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Banyuglugur.
“Kami juga menyampaikan semoga saudara-saudara kita tetap kuat dan tegar dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo Timbul Surjanto menyebut banjir bandang di wilayah barat Situbondo dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi.
Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak serta mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik.
“Untuk konsumsi juga dibantu SPPG wilayah barat. Bantuan TRC BPBD Jatim juga sudah disalurkan mulai tadi malam. Kami juga melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta mengevakuasi warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut,” kata Timbul Surjanto.
Di sisi lain, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menaikkan status bencana banjir dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem menjadi tanggap darurat setelah dampaknya membahayakan warga.
“Saya kira ini sudah levelnya harus kita naikkan ya ke tanggap darurat, karena sudah membahayakan. Dilaporkan ada 2 orang di 2 desa berbeda yang hilang,” kata Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)



