JEMBER — Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Gatot Triyono, menyampaikan penurunan harga tiket pesawat rute dari dan menuju Jember mulai Selasa (13/1/2026) di Bandara Notohadinegoro, setelah Pemerintah Kabupaten Jember menandatangani kerja sama dengan maskapai Fly Jaya.
Penurunan harga tersebut disampaikan Gatot usai Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemerintah Kabupaten Jember bersama Fly Jaya, Kamis (8/1/2026) sore.
Tarif tiket yang sebelumnya dinilai tinggi kini berada di kisaran Rp1,5 jutaan.
“Terhitung mulai 13 Januari 2026, harga tiket untuk rute dari dan menuju Jember akan dibanderol mulai dari kisaran Rp1,5 jutaan,” ungkapnya saat dikonfirmasi.
Ia menyebutkan, penyesuaian tarif itu menurunkan harga sekitar Rp600 ribu dibandingkan tarif sebelumnya.
“Sesuai harapan masyarakat Jember, tiket kini mulai dari Rp 1,5 jutaan. Ada penurunan sekitar Rp 600 ribu dibandingkan harga sebelumnya yang dinilai terlalu tinggi,” ujar Gatot.
Selain penurunan tarif, kapasitas penumpang pesawat di Bandara Notohadinegoro juga bertambah seiring kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga terkait penyediaan fasilitas refuelling avtur secara mandiri yang mulai beroperasi pekan depan.
Gatot menjelaskan, sebelumnya pesawat rute Halim Perdanakusuma–Jember hanya dapat mengangkut maksimal 50 penumpang.
“Dengan adanya refuelling avtur di Notohadinegoro, konsekuensi positifnya adalah okupansi bisa dimaksimalkan. Dari yang sebelumnya hanya 50 orang, kini bisa full hingga 70 penumpang,” jelasnya.
Ia memastikan jadwal dan jam penerbangan tetap berjalan dengan armada yang sama seperti sebelumnya.
Kebijakan tersebut, menurut Gatot, merupakan arahan langsung Bupati Jember Gus Fawait untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi udara bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan kebijakan ini berdampak pada pergerakan ekonomi daerah, minat investasi, serta sektor pariwisata di Kabupaten Jember.
(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)











