SITUBONDO – Satlantas Polres Situbondo bersama Dinas Perhubungan dan Dokkes Polres Situbondo melakukan tes urine dan pemeriksaan kesehatan terhadap 14 sopir bus dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Terminal Situbondo.
Hal tersebut guna memastikan keselamatan penumpang menjelang arus mudik Lebaran melalui pemeriksaan kondisi pengemudi dan kelayakan armada.
Dalam kegiatan itu, petugas gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap armada bus yang masuk ke terminal.
Pemeriksaan dilakukan oleh petugas Uji Kir Dishub dengan mengecek sistem pengereman, lampu, serta kondisi ban kendaraan.
Selain itu, para sopir dan kru bus diarahkan menuju pos kesehatan untuk menjalani pemeriksaan tekanan darah (TTV) serta tes urine untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba.
“Keselamatan penumpang sangat bergantung pada kondisi fisik pengemudi dan kelaikan armada. Kami tidak ingin ada risiko sekecil apa pun di jalan raya. Dari hasil pemeriksaan kesehatan terhadap 14 pengemudi, ditemukan 5 orang mengalami hipertensi dan langsung kami berikan terapi serta edukasi. Sementara untuk tes narkoba, seluruhnya dinyatakan negatif,” ujar Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan.
Pihak kepolisian juga mengingatkan para pengemudi angkutan umum agar tidak memaksakan diri saat kelelahan selama bertugas mengangkut penumpang.
“Jangan mengejar setoran dengan mengabaikan keselamatan. Jika mengantuk, segera istirahat di rest area atau tempat yang aman,” ujarnya.
Kegiatan pemeriksaan tersebut mendapat respons dari para kru angkutan umum.
Sopir bus antarkota, Bambang (48), menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan kendaraan secara gratis.
“Jujur kami merasa terbantu. Selain jadi tahu kondisi kesehatan sendiri, kami jadi lebih tenang saat di jalan karena armada sudah dinyatakan layak jalan oleh petugas. Ini demi keamanan kami dan juga para penumpang yang kami bawa,” katanya.
Berdasarkan hasil pantauan tim gabungan, seluruh armada bus yang menjalani pemeriksaan dinyatakan layak jalan.
Kepolisian bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan kelaikan angkutan umum secara berkala selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 berlangsung hingga 15 Februari mendatang.
(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)












