JEMBER – Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Jember, Muhammad Ade Saputra, menyalurkan 105 ribu liter MinyaKita MGR langsung ke pedagang dan pengecer di pasar tradisional Kabupaten Jember, Sabtu (24/1/2026), sebagai bagian dari program distribusi langsung untuk menjaga harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Penyaluran dilakukan di pasar-pasar tradisional dan toko pengecer yang telah terdata oleh dinas terkait.
Skema ini dijalankan untuk memangkas jalur distribusi serta menjaga stabilitas pasokan minyak goreng rakyat di tingkat pedagang.
“Penyaluran MinyaKita langsung ke pedagang maupun pengecer di Bulog Jember sudah dilakukan. Hingga saat ini jumlah yang telah disalurkan di wilayah Bulog Jember mencapai 105 ribu liter, sesuai tugas dari pusat penyaluran MinyaKita diprioritaskan kepada pedagang di pasar-pasar tradisional yang sudah terdata oleh dinas terkait,” kata Ade Saputra.
Ia menyebutkan, harga jual MinyaKita dari Bulog ke pedagang ditetapkan Rp14.500 per liter, kemudian pedagang maksimal menjual kembali sesuai HET Rp15.700 per liter.
“Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter,” ujarnya.
Bulog Jember juga mengedukasi pedagang agar menjual MinyaKita sesuai ketentuan.
Penyaluran MGR MinyaKita ditargetkan mencapai 400.000 liter dan selesai pada Februari 2026 sebagai persiapan menghadapi permintaan tinggi pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Selain itu, Bulog bersama tim satgas pangan menyampaikan imbauan kepada pedagang agar tidak melakukan penimbunan serta tidak menaikkan harga jual di luar ketentuan.
Monitoring berkala akan dilakukan terhadap alur distribusi MinyaKita di wilayah Jember.
(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)












