Pemkab Jember Luncurkan Program PETA CINTA, Cetak KTP Kini Tuntas di Kecamatan

Gus Fawait sambutan dalam acara peresmian Program PETA CINTA, Senin (5/1/2026). (Foto: Teamwork - ZONA INDONESIA)
Gus Fawait sambutan dalam acara peresmian Program PETA CINTA, Senin (5/1/2026). (Foto: Teamwork - ZONA INDONESIA)

JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi meluncurkan program PETA CINTA (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el Kecamatan) di Kantor Kecamatan Jenggawah, Senin (5/1/2026).

Program ini memungkinkan seluruh warga Jember mencetak KTP-el langsung di kantor kecamatan masing-masing tanpa harus datang ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) di Kota Jember.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawai,t mengatakan kebijakan ini diambil setelah Pemkab Jember menerima banyak masukan, keluhan, hingga kritikan sepanjang tahun 2025, terutama dari warga yang tinggal jauh dari pusat kota.

“Keluhan tersebut bukan cuman terkait ketersediaan blangko saja, tetapi terkait masalah jarak yang begitu jauh. Bayangkan kalau dari Kecamatan Jombang ke Jember kota itu perlu waktu 1 sampai 2 jam,” kata Gus Fawait.

Ia menuturkan, selama ini warga harus meluangkan banyak waktu, tenaga, dan biaya hanya untuk mengurus administrasi kependudukan.

Kondisi tersebut dirasakan memberatkan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di desa hingga wilayah pelosok.

“Tentu kalau masyarakat ingin mengurus KTP dan lain sebagainya, mereka perlu banyak meluangkan waktu, bahkan tenaga, juga biaya yang tidak sedikit sehingga tentu itu memberatkan masyarakat. Padahal masyarakat Jember bukan cuman tinggal di kota, tapi tinggal di desa bahkan di pelosok-pelosok di pinggir hutan, pinggir kebun, dan pinggir pantai,” ujarnya.

Menurut Gus Fawait, jika kondisi tersebut dibiarkan akan memunculkan rasa ketidakadilan bagi warga yang tidak tinggal di wilayah perkotaan.

Oleh karena itu, Pemkab Jember mengambil terobosan baru melalui program PETA CINTA.

“Ke depan tidak boleh lagi warga Jember yang di pinggir-pinggir kesulitan untuk mengurus masalah KTP, KK dan lain sebagainya. Kami hari ini me-launching program Peta Cinta Pelayanan Tuntas Cetak KTP di kecamatan,” tegasnya.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemkab Jember menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana di seluruh kecamatan.

Dispendukcapil menempatkan dua petugas di setiap kecamatan untuk melayani urusan administrasi kependudukan.

Selain SDM, seluruh peralatan pendukung juga telah disiapkan, mulai dari perangkat pencetakan, tinta, hingga blangko KTP.

Gus Fawait menyebut sebelumnya hanya delapan kecamatan yang memiliki fasilitas pencetakan KTP, sedangkan kini sudah tersedia di seluruh kecamatan.

Dia juga mengungkapkan persoalan utama pencetakan KTP di Jember selama ini adalah kekurangan blangko.

“Kami mengecek kenapa sih warga Jember kok selama ini kesulitan untuk mencetak KTP ternyata mulai dari tahun 2019 sampai tahun 2025 kemarin ada 66.000 kurang lebih masyarakat yang ingin mencetak KTP-nya tapi blangkonya tidak ada,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Jember pada akhir 2025 menyediakan 68.000 blangko KTP dari APBD Kabupaten Jember.

Gus Fawait memastikan secara hitungan, tidak akan ada lagi warga Jember yang kekurangan blangko KTP.

Warga yang sudah mendaftar pencetakan KTP sejak 2019 hingga 2025 cukup membawa bukti pendaftaran dan datang ke kantor kecamatan untuk langsung dicetakkan.

“Kalau yang sudah mendaftar kurang lebih ada 66.000 masyarakat yang mendaftarkan diri mencetak blanko KTP dari tahun 2019 sampai tahun 2025 tinggal membawa bukti pendaftarannya datang ke kantor kantor kecamatan, langsung bisa dicetakkan di kantor kecamatan,” ujarnya.

Sementara bagi warga yang belum memiliki KTP atau mengajukan KTP baru, proses tetap mengikuti aturan pemerintah pusat dengan waktu penyelesaian maksimal empat hari setelah seluruh persyaratan lengkap.

Di akhir sambutannya, Gus Fawait menegaskan bahwa seluruh layanan pencetakan KTP tidak dipungut biaya.

Ia meminta masyarakat ikut mengawasi jika ditemukan adanya pungutan liar.

“KTP ini gratis, tidak dipungut biaya apapun. Maka, saya mohon dibantu untuk memantau kalau ditemukan pihak-pihak atau oknum-oknum yang menarik untuk pencetakan KTP di kecamatan maupun didispendukcapil, mohon kami diberitahu lewat saluran Wadul Guse,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar blangko KTP yang disediakan tidak digunakan untuk warga di luar Kabupaten Jember karena seluruh pembiayaan berasal dari APBD Jember.

Gus Fawait optimistis kebijakan ini akan mempermudah akses layanan administrasi kependudukan bagi seluruh warga.

“Mulai hari ini mencetak KTP akan jauh lebih mudah dibanding sebelum-sebelumnya. Apalagi hari ini pencetakan KTP ini dicetak di kantor-kantor kecamatan,” pungkasnya.

(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *